BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Selasa, 29 Disember 2009

apa?? KenA pInDaH!!!


ERMMM ... sdih,hppy,sukerr,nop ngis!!
mcm2 feel aq ad dpt rase skang neap!! ermm
sedih arr gop coz taon dpan aq dah x duk dah kat MTS bachok..
aq dpndahkan bersama 63 owg lag student form2 dri mts bachok ke MAAHAD TAHFIZ SAINS BUSTANUL ARIFFIN.. kna pndah dah taon dpan.. bye2 smua junior mts bacho 2... uhhu... taon dpan target hafiz quran bulan 5 g2 arr.. huu.. nop hafiz doh!!!!

Ahad, 27 Disember 2009

SuKAn PliNg BeZZ..



PARKOUR GENERATION!!

Khamis, 17 Disember 2009

Nafsu Oh Nafsu..

Ia adalah kunci untuk kita mengekang hawa nafsu kita. Kuncinya ialah:

"Bagaimana dapat ditentang hawa nafsu, sedangkan ketika ia menyerang, ia menguasai 2/3 akal. Maka tiada jalan lain melainkan SABAR" (Imam As-Syafie)



Subhanallah, besar peranan sabar rupanya dalam kehidupan kita. Patutlah dalam Al-Quran banyak menyebut kelebihan orang bersabar. Seringkali kita diingatkan dan diberitakan Allah dalam Al-Quran "BERILAH KHABAR GEMBIRA BUAT MEREKA YANG BERSABAR", dan dalam ayat yang lain "SABAR ITU CANTIK/INDAH" dan Allah juga berjanji bahawa "ALLAH BERSAMA MEREKA YANG BERSABAR", masyaAllah bersabarkah aku dan dirimu dalam mengharungi kehidupan di muka bumi ni?


Ya Allah, jauhi aku daripada pautan nafsu syaitan durjana ya Allah. Saya teruskan bacaan saya lagi, dalam ayat seterusnya menceritakan mengenai PENCINTA ALLAH, bagaimana SI PENCINTA ALLAH ITU? Apa kaitan dengan nafsu pu
lak?
BIMBANG DENGAN AMALKU..

PENCINTA ALLAH ITU IALAH: "Seorang hamba yang menceraikan dirinya daripada gigitan nafsu, tidak putus-putus mengingati Allah, berdiri menegakkan hak-hak Allah dan memandang Allah dengan hatinya. Apabila dia berbicara, dia berbicara dengan Allah, apabila dia berdiskusi, diskusinya tentang Allah. Dia bergerak dengan perintah Allah. Diamnya bersama bersama Allah. Maka dia dengan Allah, Untuk Allah, dan bersama Allah" (Abu Bakar al-Kattani)



Mari muhasabah diri, ada kita punyai ciri-ciri di atas? Jujurnya, saya masih bermasalah dalam mengawal nafsu, maka masih tidak layak bergelar PENCINTA ALLAH. Mengatakan sayang dan cinta amat mudah, tapi dalam membuktikan rasa sayang dan cinta itu amat payah, ditambahi lagi dengan ujian-ujian yang menimpa diri.


Ingatlah kita, NAFSU SENTIASA MENGARAH KEPADA KEMUNGKARAN! Bila nafsu kuasai diri, ini yang akan terjadi:

"Apabila hawa nafsu sudah dominan, maka hati akan gelap. Apabila hati gelap, maka dada kan menyempit. Apabila dada menyempit, maka akhlak jadi buruk. Apabila akhlak buruk, maka makhluk akan membencinya" (Abu Bakar al-Hakim al-Warraaq)



Ya Allah Ya Tuhanku, jauhkan kami daripada pautan nafsu syaitan durjana dan kami berlindung pada-MU daripada kejahatan nafsu kami dan jadikanlah kami daripada golongan orang yang SABAR.

LuAhaN hatI Nurill..

Bismillahirrahmanirahim...

emmm... sbnarnyer susah arr juga nop ditafsirkan hidup nyerr saya nie,rasa MASA tu macam makn nasi cicah budu jerr kan.. haha..ermm tengok2 dh b'diri dah skang nie.. masa nie cepat arr.. btol arr apa yang ada dalam hadis nabi muhammad s.a.w yang telah diberi peringatan kepada umat yang terakhir skang nie.. yang di sabda kan nabi 1400 thun lbih dlu kn..
sabda nabi muhammad s.a.w mafhumnya.."apabila hampirnya manusia akan saat kehancuran muka bumi ini yakni kiamat akan terjadinya cepatnya masa berlalu........"
leerr btol arr kan skang nie,cam satu hari tu umpama sejam dok terperap dpan pc,satu minit plop kan cam, satu saat aku bernyawa..
tapi yang membimbangkan aku skang nie mana erti mana menilai erti intipati agama tu.. man kerisauan saudara terhadapat saudara yang lain.. skang nie di dulia luar sana ramai lagi yang tidak mengenal erti agama.. mana kerisauan umat!mana!mana!...

BERTAFAKUR..
ermm.. juga membimbangkan aku tentang manusia yang makin leka terhdap keindahan duniawi nie! yang penuh dengan penipuan opstik yang datang sari iblis yang telah berjanji dpan Allah,yang iblis nie akan menyesat kan anak cucu adam..
juga satu agenda Yahudi yang akan memecahkan perpaduan umat dengan seribu satu macam kaedah penipuan bangsanya!...
manusia yang lahir skang nie kan kurang diberi pangaruh agama,malahan sebaliknya... Astaghfirullah!!
kadang2 aku juga rasa sedih juga rasa geram sangat tengok ramai dah sakng nie manusia yang tak ada kesedaran agama.. kecuali mereka yang mendapat HIDAYAH dari ALLAH..

Isnin, 23 November 2009

Tahfiz Science College

video

nie arr al-kisah budop2 tahfiz ana.. have fun deh..

Khamis, 29 Oktober 2009

Mukjizat Nabi Musa



Masih ingatkah teman-teman dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara teman-teman yang menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, sekarang mari kita simak tulisan yang saya uraikan dibawah ini.


Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.

Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.

Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.









Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.

Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas, Pada bagian peta yang dilingkari (lingkaran merah), menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat
Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter. Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!! sungguh luar biasa, Allah Maha Besar.

Muslim's Dream of Ideal State




In 360 CE, Plato started talking about the ideal socio-political state which he called the ‘Republic’, and over the centuries people have tried to find or establish this perfect society without success. Although most people never realized it, this ideal society really existed; it was there in the social system built by Prophet Muhammad S.A.W. in Madinah, a system that operated according to Allah’s guidance and Islamic teachings. This righteous system survived after the death of Rasulullah and throughout the period of influence of his four wise and rightly-guided followers as Caliphs (Khulafa’ Ar-Rashidin): Abu Bakar RA, Umar Al-Khattab RA, Uthman RA and Ali RA.

When Abu Bakar was Caliph, he appointed Umar Al-Khattab as a judge. As reported by Western orientalist, months used to pass by with no one coming to Umar with any complaint. Finally, Umar came to the Caliph – according to our present days terms – present his resignation, saying “I have nothing to do. You hired me as a judge over people who knew their duties and accomplished them and who knew their rights and didn’t transgress them.”

How would you feel if you lived in such a society? You wake up every morning knowing that justice prevails, love and care surround you and mercy is your society’s main slogan. Have you ever dreamed that our brothers in Palestine, Xinjiang, Chechnya and so on live in safety without worrying of being shot or stabbed from nowhere? Currently, anywhere around the world, it is always the Muslims are the victims. I can’t imagine how a Muslim can sleep unheeding on his comfortable bed while violent oppression taking place worldwide.

The path is still too far yet not impossible. Just a simple thought from me. By the way, Happy Eid Mubarak! Kullu 'aam wa antum bil khoir. Maaf zahir dan batin.

Khamis, 22 Oktober 2009


Sains Islam
Dan Sains Barat



Islam tidak pernah mengetepikan sains. Sains mengikut Encarta Encyclopedia ialah, "Systematized knowledge in any field, but applied usually to the organization of objectively verifiable sense experience." Ia bermaksud, "Sains dalam skop yang luas bermaksud ilmu-ilmu yang diperoleh secara sistematik berdasarkan pengalaman deria yang dapat dibuktikan secara objektif."

Secara umumnya, sains boleh didefinisikan sebagai ilmu yang dihasilkan melalui cerapan (iaitu analisis dengan menggunakan panca indera) serta fahaman yang lahir daripadanya. Ia juga boleh diertikan sebagai huraian secara sistematik tentang fenomena tabii atau alam semula jadi. Huraian secara sistematik melibatkan penggunaan intelek di samping kaedah yang dapat diukur (quantitative). Jika diamati definisi-definisi ini, ia memang telah ditekankan oleh Islam berdasarkan dalil-dalil dan nas yang telah disebutkan sebelum ini.

Ilmu sains melahirkan teknologi. Teknologi (mengikut Merriam-Webster Dictionary, The American Heritage Dictionary of the English Language: Fourth Edition dan WordNet Dictionary), boleh didefinisikan sebagai, "Pengaplikasian atau penggunaan ilmu terutamanya ilmu sains secara praktikal dan digunakan terutamanya dalam bidang perdagangan dan industri untuk kemanfaatan manusia." Justeru, ilmu sains merupakan alat penting untuk membina teknologi namun ilmu sains bukanlah teknologi. Sebagai contoh, sains membicarakan tentang teori atom dan daripada itu lahirlah teknologi yang menghasilkan kuasa atom.

Keterbatasan Sains

Islam memberi kebebasan kepada para saintis untuk mengkaji, namun ia menyedari keterbatasan intelek yang dimiliki manusia. Justeru, sains Islam menjadikan wahyu sebagai sumber rujukan yang tertinggi. Dalam erti kata yang lain, dalam Islam, wahyu mengatasi akal kerana wahyu datang daripada kuasa tanpa batas sedangkan akal terbatas. Sains tidak boleh mengatasi wahyu. Apa-apa konklusi yang bercanggah dengan dasar-dasar wahyu dianggap sebagai konklusi sains yang salah dan apa-apa yang selari dengannya bolehlah diterima. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surah al-Jathiyah ayat 20,

"Al-Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini."

Justeru, sains dalam Islam ialah sains yang berkonsepkan tauhid. Sains dalam Islam tunduk kepada prinsip-prinsip yang ditetapkan Allah melalui rasulnya. Sains dalam Islam tunduk kepada al-Quran.

Di barat konsep yang merujukkan sains kepada Tuhan, wahyu dan kuasa ghaib dikenali sebagai creationism. Kadang kala ia dikenali juga sebagai intelligent design. Konsep-konsep ini ditolak oleh ramai saintis di barat. Sebagai contoh, para saintis daripada Akademi Sains Kebangsaan di Amerika (The U.S. National Academy of Sciences) menegaskan bahawa "sebarang kenyataan yang menetapkan bahawa asal usul kehidupan ini ada perkaitan dengan kuasa ghaib (supernatural intervention) tidak boleh diiktiraf sebagai sains." Hal ini dinyatakan dalam Science and Creationism: A View from the National Academy of Sciences, Second Edition, terbitan National Academy of Sciences tahun 1999.

Dalam kes Kitzmiller lawan Dover Area School District pada tahun 2005 (Case No. 04cv2688. December 20, 2005), sebuah mahkamah persekutuan di Amerika memutuskan mana-mana sekolah yang mengajar sains dan mengaitkan kejadian kehidupan dengan kuasa ghaib dan mengetepikan teori evolusi, ia dianggap telah melanggar perlembagaan Amerika.

Matlamat dan Metodologi Sains

Dalam Islam, sains mempunyai matlamatnya. Matlamat jangka pendek ialah mengenali hakikat kejadian alam serta manusia dan memanfaatkan ilmu itu untuk kebaikan semua. Sebagai contoh, melalui sains kita mengetahui bahawa seks kromosom lelaki menentukan kejantinaan seseorang bayi, kejadian bayi bermula dengan persenyawaan antara sperma lelaki dan ovum wanita, kejadian bumi berlaku selepas kejadian bintang-bintang di langit dan yang seumpamanya. Namun akhirnya yang menjadi keutamaan ialah matlamat jangka panjang iaitu mengagungkan dan membesarkan Allah. Hal ini terserlah dalam surah al-Mukminun ayat 14 yang bermaksud,

"Kemudian Kami menjadikan benih nuthfah itu alaqah. Kemudian daripada alaqah Kami jadikan mudghah. Kemudian daripada mudghah Kami jadikan tulang dan Kami tutup tulang itu dengan daging. Kemudian Kami jadikannya makhluk berbentuk lain. Maha suci Allah, sebaik-baik Pencipta."

Perhatikanlah ayat ini dengan baik. Selepas Allah menceritakan fasa-fasa kejadian bayi (dan hal ini dapat disahkan oleh sains), Allah mengakhiri ayat itu dengan ungkapan, "Maha suci Allah, sebaik-baik Pencipta." Inilah matlamat asasi sains, iaitu untuk mengagungkan Allah.

Untuk mencapai matlamat ini metodologi yang digunakan perlulah betul. Sains berkonsepkan tauhid melahirkan metodologi atau pendekatan yang mengambil kira syariat. Kepatuhan kepada syariat tidak menghalang kreativiti dan inovasi kerana kebebasan untuk mengkaji telah pun diberikan Islam berdasarkan sabda nabi yang bermaksud, "Kamu lebih tahu tentang urusan duniamu." Yang dituntut ialah kepatuhan kepada prinsip-prinsip syariat yang akan mencantikkan sains. Sebagai contoh syariat mengutamakan nyawa manusia. Justeru kajian sains dan teknologi yang terhasil daripadanya tidak boleh digunakan untuk memusnahkan nyawa. Syariat juga melarang kemudaratan dilakukan berdasarkan sabda nabi yang bermaksud,

"Tidak boleh melakukan kemudaratan dan tidak boleh membalas dengan kemudaratan." Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Malik, Al-Hakim, Baihaqi dan Ibn Majah.

Islam juga menekankan tentang akhlak. Antara akhlak yang wajib dihayati ialah sikap bertanggungjawab ataupun amanah. Amanah ini melibatkan individu, alam sekitar dan masyarakat secara amnya. Lihatlah apa yang berlaku pada hari ini apabila sains dan teknologi terbabas daripada nilai-nilai amanah dan agama. Sebagai contoh, bidang bioteknologi telah melahirkan satu konsep baru yang dikenali sebagai kejuruteraan genetik (genetic engineering). Teknologi ini mampu memindahkan bahan genetik yang bernama DNA dari satu spesies ke spesies yang lain. Walau bagaimanapun untuk berjaya, proses ini memerlukan bantuan virus tertentu agar DNA daripada spesies yang berbeza dapat mengenali antara satu sama lain. Penggunaan kuman-kuman virus ini akhirnya menyebabkan kelahiran pelbagai kuman serta penyakit baru yang mampu membunuh manusia. Mengikut Dr Mae-Wan Ho, pengarah Bioelectrodynamics Laboratory di Open University, United Kingdom, kejuruteraan genetik telah menyebabkan wabak kolera menyerang India pada tahun 1992, wabak kuman streptococcus di Tayside pada tahun 1993 dan wabak kuman E. Coli 157 di Scotland.

Justeru, kepatuhan kepada syariat adalah penting agar sains tidak terbabas daripada landasan kebenaran dan kesejahteraan.

* Dr.Danial Zainal Abidin merupakan seorang pengurus dan pengamal perubatan di klinik Syifa' Gelugor, Pulau Pinang. Beliau juga adalah pengarah urusan kepada Syarikat Danial Zainal Consultancy. Di samping itu beliau juga merupakan seorang pakar motivasi undangan di radio,penceramah dan penulis buku yang berkaitan Islam dan Sains.



Qailulah Yang Tersirat



Tidur siang pernah dianggap sebagai salah satu tanda kemalasan. Islam menganggapnya sebagai suatu kebaikan asalkan seseorang itu tidak berlebih-lebihan dengannya.
Di dalam kitab 'Misykatul Masabih' disebutkan tentang salah satu amalan sunnah yang pernah dilakukan oleh Nabi :
"Tidur yang sedikit di waktu tengahari (qailulah) tidaklah keji. Rasulullah SallAllahu Alaihi wasallam ada melakukannya."

Imam Al Ghazali di dalam kitab 'Ihya Ulumuddin' telah berkata :
"Hendaklah seseorang tidak meninggalkan ibadah di malam hari sebagaimana sahur membantu puasa di siang hari. Sebaik-baiknya ialah bangun sebelum tergelincir matahari untuk solat zohor."

Islam mempunyai pandangan tertentu tentang tidur tengahari. Ia dianggap sebagai sunnah dan bukan sebagai satu yang keji. Tidurnya hanya sekejap. Tujuannya adalah untuk kesegaran tubuh badan agar dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan amal dan ibadah yang berkualiti.

Dewasa ini, berpandukan kajian-kajian saintifik, tidur sekejap di waktu siang (day napping), terutamanya pada waktu tengahari, didapati amat berkesan untuk mempertingkatkan tenaga, tumpuan dan akhirnya produktiviti pekerja-pekerja.
Baru-baru ini satu kajian 25 tahun tentang kesan tidur ke atas negara-negara industri dan pasca industri telah mendapati bahawa 92.5% pekerja-pekerja yang berkesempatan tidur di waktu tengahari, mempunyai daya kreativiti yang lebih tinggi. Daya kemampuan mereka untuk menyelesaikan masalah juga meningkat. Semua ini pastinya meningkatkan produktiviti.
(Napping News : 'Scientific Proof Confirms : Napping Enhances Worker Productivity,' from eFuse)


Waktu tengahari merupakan masa yang paling sesuai untuk tidur seketika kerana sistem badan kita memang bersedia untuk memanfaatkan fasa tidur pada waktu itu. Fasa ini disebutkan sebagai 'a midafternoon quiescent phase' atau 'a secondary sleep gate'.
Di antara tokoh-tokoh yang menggalakkan tidur tengahari ini adalah Dr.William A.Anthony, Ph.D. dan Camille W.Anthony, pengarang buku 'The Art of Napping at Work'. Demikian juga yang disebutkan oleh David F. Dinges dan Roger J. Broughton di dalam buku mereka 'Sleep and Alertness: Chronobiological, Behavior and Medical Aspects of Napping'.

Dr. James Maas, pakar tidur dari Cornell University juga telah merumuskan bahawa tidur di tengahari sekadar 15-20 minit sudah mencukupi untuk mengembalikan tenaga dan menjaga kesihatan. Seorang pengkaji yang lain, Donald Greeley, telah mengatakan bahawa tidur tengahari adalah bermanfaat selama mana ianya tidak melebihi satu jam.
(Gail Benchener: 'Parents and Sleep Deprivation,' Family.com)
Sunnah tidur tengahari yang diajarkan Nabi SallAllahu Alaihi Wasallam rupa-rupanya merupakan suatu yang amat saintifik lagi relevan pada hari ini..

Sabtu, 26 September 2009

Bicara CINTA wahai kekasih..















Bismillahirrahmanirrahim..









EPISOD 1
"Pehh..cun siot !", kata si A sambil membuat bunyi cencurut laut Antartika.
"Ni kalo jadi bini aku ni tak kuar umah la aku nampaknye", kata si B pulak sambil mengenyit-ngenyit matanya yang hanya terbuka setengah sentimeter (cm).
"Huiyyo.. (terkesima)", tak lepas pandangan si C melihat si dia yang terkinja-kinja di tepi jalan. Hampir sahaja cecair yang mengandungi enzim amilase di mulutnya terkeluar daripada tempat tadahan.
Beginilah respon kawan-kawan kita apabila melihat perempuan cantik. Pantang lalu depan mata, habis semuanya dipanah oleh mata-mata liar. Mungkin mereka tidak tahu bahawa panahan mata itu akan berbalik pada mereka sendiri akhirnya. Sedih. Kadang-kadang aku sendiri tak kuat untuk istiqomah dalam hal-hal macam ni. Tapi sentiasalah berdoa moga-moga diberi kekuatan oleh Allah S.W.T. supaya kita dapat melawan dan mendidik nafsu yang tak pernah lesu.
Menjaga pandangan bukannya perkara yang boleh dipandang remeh. Ia merupakan suruhan Allah S.W.T. kepada setiap individu Muslim yang beriman.
Firman Allah S.W.T dalam Surah An-Nur ayat 30 :
"Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan."
Juga dalam Surah An-Nur ayat 31 :
"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka.."
Jika seseorang individu itu tidak menjaga pandangannya, mungkin dia akan terjebak ke dalam maksiat yg lebih besar iaitu ZINA. Kalau ditafsirkan pemerhatian dan mungkin sedikit pengalaman aku, sequence ke arah zina ni lebih kurang begini:
Pandangan > Lintasan hati > Khayalan > Keinginan > Tindakan > Zina kecil > Zina besar
Sebenarnya sequence ni memang reliable jika difikir secara logik akal yang sihat. Malah, ramai ulama-ulama dan ustaz-ustaz yang berpendapat sama seperti pendapat yang aku terangkan di atas tu, iaitu zina besar bermula daripada zina kecil, yang akhirnya bercambah menjadi dahan-dahan maksiat yang merimbun. Zina bermula dengan pandangan yang tidak terkawal. Daripada pandangan sedemikian, kita semakin mendekati zina.
Untuk lebih faham lagi konsep 'mendekati' di sini, kita ambil satu contoh. Katakan Ali ingin ke kedai yang jaraknya, let say 1220 langkah. Apabila Ali melangkah setapak keluar daripada rumah itu sahaja dia sudah dikira mendekati kedai tersebut, setuju? Jadi, pandangan yang tidak terkawal itu ibarat langkah pertama ke arah zina.
Part 'Tindakan' tu dah bersepah di merata-rata tempat. Paling berlambak di shopping complex & universiti. Untuk pengetahuan anda, disekeliling aku pun ada sebenarnya. Apa benda 'Tindakan' yang aku maksudkan ni sebenarnya? "COUPLE".full stop.
Jika pandangan sahaja dah dikhuatiri akan membawa kepada zina, apatah lagi bercouple? Orang yang berakal sihat sepatutnya tiada masalah nak jawab soalan ni.
Aku anggap mereka yang bercouple ini tidak tahu hukum yang sebenarnya. So, artikel ni adalah bertujuan untuk berkongsi dan MEMBERI TAHU. Jika ada sesiapa yang tengah bercouple atau hampir nak bercouple,dan merasakan maklumat dalam artikel ni akan menghalang niatnya untuk bercouple, maka hati-hati. Syaitan itu sentiasa mengajak ke arah kejahatan. Jika ingin mengikut nafsu syaitan juga, then go for it. Tapi ingat azab Allah di akhirat nanti takkan ada penangguhan.Selepas membaca artikel ni fikirlah kenapa Islam mengharamkan gejala 'couple' sebelum nikah.
( Artikel yang dimaksudkan saya : JANGAN DEKATI ZINA )








EPISOD 2
InsyaALLAH dalam Episod 2 ni aku nak tekankan lagi mengenai penjelasan 'mendekati' atau 'menghampiri' kerana aku merasakan bahagian ni penting untuk kita fahami betul-betul supaya kita dapat mematuhi perintah Allah S.W.T. dalam surah Al-Isra' ayat 32 iaitu :
"Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerosakan)."
Terang lagikan bersuluh. Kekejian perbuatan zina ini bukan dinyatakan oleh manusia, tetapi dinyatakan oleh Yang Maha Mengetahui. Apabila Allah S.W.T sendiri mengatakan zina ini keji dan satu jalan yang buruk, sudah pasti kecelakaannya maha dahsyat.
Berbalik kepada penjelasan tentang 'menghampiri', sedangkan menghampiri zina sudah diharamkan, inikan pula melakukannya. Contoh menghampiri zina adalah seperti melihat gambar lucah, berdua-duaan lelaki dan wanita ajnabi, pergaulan bebas antara jantina berlainan (ikhtilat) dan juga melihat aurat orang lain.
(contoh yang paling banyak : berjalan berdua-duaan dan beriring-iringan. Walaupun tak berpegangan tangan, tapi amat menjelikkan)
Kuatkanlah hati kita wahai kawan-kawanku sekalian, supaya kita berupaya menegakkan kebenaran yang satu ini. Jangan sesekali diikut tuntutan nafsu. Jangan sesekali patuh pada ajakan syaitan laknatullah dan tertipu dengan tipu daya mereka. Ingatlah bahawa mereka pernah menipu moyang kita, Nabi Allah Adam a.s. dan Hawa.
Surah Al-A'raf ayat 20 :
"Setelah itu maka Syaitan membisikkan (hasutan) kepada mereka berdua supaya (dapatlah) dia menampakkan kepada mereka akan aurat mereka yang (sekian lama) tertutup dari (pandangan) mereka, sambil dia berkata: Tidaklah Tuhan kamu melarang kamu daripada (menghampiri) pokok ini, melainkan (kerana Dia tidak suka) kamu berdua menjadi malaikat atau menjadi dari orang-orang yang kekal (selama-lamanya di dalam Syurga)."

Jika kita lihat Surah Al-A'raf ayat 19, Allah telah berfirman kepada Adam dan Hawa supaya jangan MENGHAMPIRI sepohon pokok di syurga. Larangan sebenarnya adalah supaya Adam dan Hawa tidak memakan buah pokok tersebut.
"Dan wahai Adam! Tinggallah engkau dan isterimu di dalam Syurga serta makanlah dari makanannya sepuas-puasnya apa sahaja kamu berdua sukai dan janganlah kamu hampiri pokok ini, (jika kamu menghampirinya) maka akan menjadilah kamu dari orang-orang yang zalim."
Merujuk kepada larangan Allah S.W.T. kepada kita supaya tidak menghampiri sesuatu itu, amat jelas bahawa perkara yang dilarang itu dapat memberi mudarat yang besar sehinggakan menghampirinya pun tidak dibenarkan! Ini bertujuan untuk menghindari perkara-perkara mungkar sehingga ke akar-akarnya. Lihatlah betapa kasihnya Allah kepada kita.
Adakah kita ingin mengulang kesilapan Adam dan Hawa sedangkan pengajaran sudah ada di depan mata? Bodohlah orang-orang yang membutakan mata hatinya tanpa ingin mengambil pelajaran.
Mengikut kaedah usul fiqh, sesuatu yang membawa kepada haram, maka hukumnya haram. So, equation ber'couple' sebelum nikah adalah :
couple = menghampiri zina
menghampiri zina = haram
maka, couple = haram (very simple equation)

Tapi, juga ingin diingatkan di sini, apabila ber'couple' sebelum nikah itu hukumnya haram, bukanlah bermakna kita boleh bergaul dengan jantina berlawanan sesuka hati dengan menjadikan alasan "kami tak bercouple, kami hanya berkawan".
Berbalas-balas mesej di YM dan tidak lupa mengucapkan selamat pagi dan malam kepada 'kawan'nya yg satu itu diselangi dengan perbualan telefon yang berpanjangan tanpa membicarakan hal-hal yang penting bukanlah jaminan bahawa kita tidak mendekati zina. BUKAN PERKATAAN 'COUPLE' ITU YANG MEMBUATKAN HUKUMNYA HARAM MELAINKAN PERBUATAN KETIKA BER'COUPLE' ITU SENDIRI. Jika anda tidak ber'couple' sekali pun anda dilarang bergaul bebas tanpa batas syara' antara lelaki dan wanita ajnabi.
Ada suatu ketika seorang kawan mempersoalkan tentang bagaimana hendak mengenal calon suami/isteri jika tidak ber'couple'. Ingatlah bahawa Islam itu bersifat syumul. Tidak ada suatu hal pun tidak diajar oleh Islam. Islam telah pun menyediakan garis panduan yang paling sempurna tanpa melibatkan maksiat dalam hal berkaitan mengenali pasangan untuk tujuan pernikahan.
Amat menyedihkan apabila orang Islam sendiri yang menanyakan soalan sebegini. Ia tidak sepatutnya berlaku. Apa ertinya kita menganut Islam jika kita tidak mengetahui ajaran-ajarannya?
Tapi tidak mengapa, inilah tujuan saya menulis tulisan sebegini untuk berkongsi ilmu dan memberitahu. Untuk soalan tadi, kita sambung seterusnya bereh...



EPISOD 3: Cara-cara mengenali pasangan selain daripada ber'couple'.
Sebagai agama yang paling sempurna dan satu-satunya agama yang diredhai Allah, Islam telah pun menggariskan panduan untuk diikuti oleh penganutnya berkenaan hal pra-perkahwinan. Cara yg dianjurkan Islam untuk pasangan yang ingin berkahwin kenal-mengenali adalah melalui cara pertunangan.
Tapi amat menyedihkan apabila paradigma masyarakat tentang konsep pertunangan sudah tersimpang jauh dari kebenaran. Buktinya, pertunangan yang sepatutnya dijadikan tempoh untuk lelaki & wanita HANYA saling mengenali telah dijadikan 'lesen' untuk pasangan tersebut berdua-duaan tanpa mahram, ibarat pasangan yang sudah bernikah. Konsep ini salah sama sekali !
Memetik kata-kata Ustaz Hassan Din dalam Al-Kuliyyah di bawah topik "Jodoh" di TV3 bertarikh 28 Julai 2006 berkenaan konsep pertunangan dalam Islam, beliau berkata, "Dalam masa pertunangan inilah kedua-dua pihak lelaki dan wanita akan saling mengenali antara satu sama lain, bagi memastikan adakah ini merupakan pasangan hidupnya yang sebenar. Jika kedua-duanya sudah bersetuju, barulah pernikahan dilangsungkan."
Sebagai contoh, katakan Superman sudah bersedia untuk berkahwin (maksud 'bersedia' di sini adalah bersedia dari segi kewangan, keadaan, mental serta fizikal). Dan sekarang adalah masa yang sangat sesuai dan ideal untuknya mendirikan rumah tangga. Pada masa yang sama juga dia sudah mempunyai calon sendiri, katakan si 'Cinderella' (bukan nama sebenar).
Superman berhasrat untuk memperisterikan si 'Cinderella'. Superman yang sangat faham akan konsep pertunangan pun terus berjumpa dengan kedua ibu bapa si 'Cinderella' dan menyatakan hasratnya untuk menyunting bunga rafflesia di taman (merisik). Apabila ibu bapa si 'Cinderella' sudah bersetuju dan si 'Cinderella' juga sudah bersetuju apabila diberitahu oleh ibu bapanya, Superman pun menghantar rombongan keluarganya untuk meminang si 'Cinderella'. Tidak timbul langsung hal-hal maksiat kan? Kan cantik tu. Dan apabila si 'Cinderella' sudah menjadi tunangan Superman, maka HARAM bagi lelaki lain meminang si 'Cinderella', walaupun lelaki itu adalah 'Professor Gadget' (bukan nama sebenar).
"Lelaki boleh la, kalau perempuan? Takkan perempuan nak merisik lelaki pula, perigi cari timba namanya tu". Mungkin inilah suara-suara yang bakal berkumandang memberikan respon. Ok. Mari kita sama-sama menelusuri kembali sirah perkahwinan agung, Muhammad S.A.W. dan Siti Khadijah r.a.. Saya yakin ramai yang akan mengakui bahawa perkahwinan agung ini dimulakan oleh Siti Khadijah r.a. dahulu. Ini telah pun diajar dalam subjek Sirah di sekolah agama. Pada mulanya, Siti Khadijah r.a. menyatakan hasrat hatinya kepada pakcik Rasulullah S.A.W. iaitu Abbas, agar merisik baginda.
Setelah baginda bersetuju, barulah keluarga baginda menghantar rombongan meminang Siti Khadijah r.a.. Begitulah yang diajarkan sirah kepada kita. Lalu, apa salahnya jika wanita yg memulakan dahulu? Malah wanita sebegini lebih mulia daripada wanita yang hanya menunggu dipinang oleh putera raja kayangan.
Ustaz Hassan Din juga turut menegaskan bahawa pasangan yang bertunang diharamkan bergaul bebas seperti suami isteri. Mereka masih tetap terikat dengan batas-batas pergaulan antara lelaki dan wanita ajnabi. Tempoh bertunang hanyalah tempoh kenal-mengenal, bukannya tempoh melayan-layan perasaan cinta. Beliau menambah,
"Dan jika dalam tempoh pertunangan itu didapati kedua-dua pasangan ini tidak secocok atau tidak serasi, maka pertunangan bolehlah diputuskan secara baik melalui persetujuan kedua-dua belah pihak."
Jika konsep pertunangan ini dilihat dengan mata hati yanang diselaputi iman dan taqwa, akan terzahir berbagai hikmah yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Bijaksana. Selain menghindari maksiat, pertunangan juga dapat memelihara maruah kedua-dua keluarga yang terlibat. Kalau pun pertunangan diputuskan, kedua-dua pihak keluarga masih dapat meneruskan silaturrahim yg sudah terbina, tanpa rasa dendam dan benci.
Maka dengan lahirnya ketiga-tiga episod ni, diharap jelaslah kepada kita serba sedikit tentang hukum ber'couple' sebelum nikah dan bagaimana cara yang sebenarnya untuk kita mengenali pasangan untuk tujuan pernikahan.


Dengan ini, saya menyeru diri saya sendiri dan kawan-kawan sekalian supaya tinggalkanlah maksiat cinta nafsu syaitan laknatullah ini secepat mungkin. Bagi mereka yang ber'couple' tu, cepat-cepat lah break up. Kita ni dah la amal tak banyak, sembahyang pula ada yang tinggal. ditambah pula dengan dosa 'couple' lagi (dosa berdua-duaan, zina mata, zina telinga, zina tangan, zina kaki dan zina hati). Dibuatnya esok mati,macam mana? Memanglah dosa masing-masing tanggung, tapi jika dah mati orang lain juga yang tolong mandikan, kapankan, tanamkan.
Dan janganlah pula kita menjadi orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya. Firman Allah dalam Surah Al-Jaathiyah ayat 23 :
"Dengan yang demikian, bagaimana fikiranmu (wahai Muhammad) terhadap orang yang menjadikan hawa nafsunya: Tuhan yang dipatuhinya dan dia pula disesatkan oleh Allah kerana diketahuiNya (bahawa dia tetap kufur ingkar) dan dimeteraikan pula atas pendengarannya dan hatinya serta diadakan lapisan penutup atas penglihatannya? Maka siapakah lagi yang dapat memberi hidayat petunjuk kepadanya sesudah Allah (menjadikan dia berkeadaan demikian)? Oleh itu, mengapa kamu (wahai orang-orang yang ingkar) tidak ingat dan insaf?"
Apabila sudah diketahui hukum-hukum Allah, maka hendaklah kita patuhinya. Yang haram segera ditinggalkan. Harap kita tidak menjadi seperti mereka yang di dalam firman Allah S.W.T. dalam Surah Al-Jaathiyah ayat 7-11 :
Kecelakaanlah bagi tiap-tiap pendusta yang berdosa; (7) Yang mendengar ayat-ayat penerangan Allah sentiasa dibacakan kepadanya, kemudian dia terus berlagak sombong (enggan menerimanya), seolah-olah dia tidak mendengarnya; oleh itu gembirakanlah dia dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya. (8) Dan apabila sampai ke pengetahuannya sesuatu dari ayat-ayat penerangan Kami, dia menjadikannya ejek-ejekan; mereka yang demikian keadaannya, akan beroleh azab yang menghina. (9) Di hadapan mereka (di akhirat kelak) ada Neraka Jahanam (yang disediakan untuk mereka) dan apa jua yang mereka usahakan, tidak dapat menyelamatkan mereka sedikit pun; demikian juga yang mereka sembah atau puja selain Allah, tidak dapat memberikan sebarang perlindungan dan (kesudahannya) mereka akan beroleh azab seksa yang besar. (10) Al-Quran ini ialah hidayat petunjuk yang cukup lengkap dan orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat penerangan Tuhannya, mereka akan beroleh azab dari jenis azab seksa yang tidak terperi sakitnya. (11)
Bagi mereka yang mungkin sudah agak lama mengamalkan maksiat cinta ini dalam kehidupan seharian mereka, mungkin agak sukar untuk meninggalkannya. Namun ingatlah firman Allah S.W.T. dalam Surah Al-Baqarah ayat 216 :
"..dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya."
Dan semoga kita semua diberi kekuatan iman dan taqwa oleh Allah S.W.T. untuk menegakkan Islam di dalam diri kita. Kerana ramai kawan-kawan kita di luar sana yang sudah tahu halal haram tapi masih melakukan yang ditegah mungkin disebabkan mereka tak punya kekuatan. Dan percayalah kepada qada' dan qadar Allah S.W.T., jika ada jodoh takkan ke mana, jika bukan di dunia yang sementara ni, di syurga yang kekal abadi Insya Allah. Tapi jika bukan jodoh, berkorbanlah nyawa hatta anda mempunyai 100 nyawa sekalipun, nescaya takkan kesampaian.
Wallahua'lam.
Nukilan ku.. Hafiz..

Rabu, 23 September 2009

Btol.. Couple haram..


HUKUM PERCINTAAN ‘COUPLE’

Firman Allah “ولا تقربوا الزنا” Mafhumnya “Jangan mendekati zina”. Zina itu banyak kategori.

Zina mata, zina telinga, zina anggota dan zina hati. Adalah dosa kecil.
Zina kemaluan. Adalah dosa besar.

Ramai remaja kita masih belum tahu bahawa zina di dalam Islam itu ada banyak kategori. Justeru, disebutkan bahawa semua zina anggota atau perlakuan yang merangsang nafsu syahwat itu adalah suatu perbuatan zina. Bukan semata-mata zina kemaluan sahaja.
Remaja perlu tahu apakah itu langkah-langkah menghampiri zina.
Langkah menuju zina itu ada lima :
1.Pandanganنظر)) - Mata adalah panah iblis.

Adalah salah jika remaja bermain mata, pandang-pandang dan saling betatapan sekalipun dalam jarak yang agak jauh. Jika memandang itu sekadar mahu 'melihat' bahagian tubuh yang harus seperti muka, maka ia tidak menjadi suatu kesalahan. Tetapi, jika pandangan itu adalah 'menatap' bahagian tubuh dan bertujuan untuk mengikut naluri nafsu. Maka hukumnya haram. Contohnya melihat aurat dan bahagian menonjol di tubuh wanita.

2.Senyuman(بسم) - Adalah dilarang berbalas senyuman teruna dan dara tanpa sebab.

Senyuman yang menggoda adalah haram. Apatah lagi jika dibuat2 untuk menarik perhatian lelaki atau wanita yang bukan muhrim. Jika senyum sesama jantina, itu sedekah. Senyum untuk kawan atas sebab biasa, itu harus. Yang tidak dibenarkan ialah senyuman untuk mengurat dan bertujuan maksiat. Itu kena cek niat masing-masing.

3.Salam @ sapaan & perbualan(كلام) – Tengok situasi dan keadaan. Yang dilarang ialah ‘Mengurat’ atau ‘Tackle’. Melalui SMS, Telefon dan alam realiti. Ini namanya proses 'usha-usha'.

4.Rancang pertemuan(Appoinment)(وعد) – Rancang untuk berbual semula. Rancang untuk bertemu di YM. Rancang untuk bertemu secara face to face. Jika terselit di hati untuk bertemu kerana mahu berpegangan, berperlukan dan seumpamanya. Maka ia adalah haram.

5.Bertemu(Date)(لقاء).

Apabila seseorang dating, di situ ada perbualan, ketawa, senyuman, gurauan, sentuhan dan pandangan serta tatapan. Maka, ia dilarang keras. Apatah lagi jika pertemuan itu berlangsung secara berdua-duaan. Jika pertemuan di rumah perempuan kemudian ditemani oleh ibubapa perempuan. Itu tidak menjadi masalah.

Itulah lima perkara yang boleh membawa kepada dosa kecil. Sebelum berlakunya dosa besar iaitu Zina Kemaluan. Atas sebab itu, islam melarang kita membiasakan diri dengan dosa kecil ini. Jika dilihat, banyak berlaku zina di pejabat dan di tempat lain kerana kakitangan gagal memelihara lima perkara tadi.

Berdasarkan keterangan tadi, maka sudah jelas bahawa :

Hukum ber ‘couple’ adalah haram. Ia adalah dosa kecil. Dan boleh menjadi punca kepada dosa besar iaitu Zina. Dosa kecil bukanlah sesuatu yang berat, namun jika dilakukan terus menerus. Boleh menjadi punca Su’ul khatimah. Mati tanpa iman.




Jumaat, 28 Ogos 2009

Maahad Tahfiz Sains

video

EMMM.. nie video sal bdk2 kt tahfiz ana ler.. have fun dehh...


Kitaro - The Best Of Kitaro - Mirage Mp3
Mp3-Codes.com

followers